Selasa, 22 November 2011

ASAL USUL DARI ZODIAK

ASAL USUL ZODIAK
Semua orang boleh percaya atau pun tidak apa kata ramalan bintang atau zodiaknya. Ternyata nama-nama zodiak tersebut mempunyai asal usul sendiri. langsung aja baca cerita dibawah ini!
Sumber : Tabloid Fantasi 374
   Aries
  Aries merupakan zodiak yang muncul pertama kali. Konon, Aries digambarkan sebagai domba  jantan atau biasa disebut Ram.Domba jantan itu dianggap sebagai jelmaan dari Dewa Mesir kuno bernama Amon. Dalam mitologi Yunani. Zodiak ini digambarkan sebagai domba yang bertanduk emas.
   Ceritanya, domba jantan itu dikorbankan untuk menyelamatkan seorang pangeran. Pangeran itu selamat. Karena pengorbanannya, Raja Zeus menempatkan sang domba dilangit sebagai bintang. Bintang itulah yang kemudian diberi nama Aries.

   Taurus
  Zodiak Taurus yang dilambangkan dengan Banteng jantan, merupakan zodiak kedua. Menurut mitologi Yunani, banteng itu penjelmaan dari Dewa Zeus yang suka mengubah-ngubah dirinya. Pada jaman lampau, Zeus digambarkan sebagai penguasa kerajaan yunani. Zeus sangat kuat dan termasyhur. Selain itu, dia juga bijaksana. Kata Taurus berasal dari nama bintang Aldebaran yang disebut juga Alpha Tauri, yaitu bintang yang sangat cemerlang. Cahaya bintang yang kuat dan hebat ini cocok dengan gambaran Zeus yang hebat itu. 

   Gemini
  Gemini merupakan zodiak ke-3. Zodiak ini digambarkan dengan sepasang anak kembar. Lambang Zodiak tersebut memiliki banyak arti. Menurut Astrologi Mesir, Gemini dilambangkan dengan sepasang ayam jago kembar. Kekembaran ini, menurut metologi Yunani, dihubungkan dengan si kembar Romulus dan Remus, pendiri kota Roma.
  Menurut cerita, mereka yang berbintang Gemini berada di bawah naungan dua dewa, yaitu castor dan Pollux. Atau bisa pula disebut Alpha dan beta Geminorum. nah, dari kata Geminorum inilah muncul zodiak gemini.

   Cancer
  kepiting atau C rab merupakan lambang zodiak Cancer. Sebagai zodiak ke-4, kepiting menggambarkan seekor makhluk yang sangat keras karena harus berjuang mempertahankan hidupnya. Menurut kepercayaan Yunani, kepiting ada hubungannya dengan dewa Hercules.
  Kisahnya, dahulu kala kepiting pernah mencepit Hercules. Waktu itu, Hercules sedang berkelahi melawan Hera, isteri Zeus. Meski kepiting tidak menang, toh Hera sangat berterima kasih padanya karena menolongnya melawan Hercules. Akhirnya, kepiting diberi penghargaan. Dia ditempatkan dilangit sebagai salah satu bintang. 

   Leo
  Lambang zodiak ke-5 adalah singa. Binatang buas ini dihubungkan dengan Nemean, singa yang berhasil ditaklukkan Hercules. Sebagai cowok yang perkasa, Hercules digambarkan bisa mengalahkan musuh - musuhnya dengan mudah. Bahkan, sejak bayi, hercules sudah sakti mandraguna. Waktu itu, dia bisa mengalahkan seekor ular yang sangat besar.
  Keperkasaan hercules itulah membuat orang yang berada dibawah naungan zodiak leo juga kuat dan perkasa.Leo berada di bawah naungan dewa Regulus atau Aplha leonis. Mungkin, nama leo diambil dari kata "Leonis" itu. 


   Virgo
  Nama zodiak ke-6 itu digambarkan sebagai dewi yang kerap bertindak menjadi pelayan. Pelayan yang dimaksud bukan sembarang pelayan, lho! Pelayan itu berwajah cantik, berambut emas, berjubah putih, dan membawa seikat gandum.
  Menurut kepercayaan Babilonia kuno, gadis pelayan tersebut dianggap sebagai dewi kesuburan. Orang yunani menganggapnya sebagai dewi panen. Virgo berasal dari kata Virgin, yang artinya gadis perawan. bagi mereka yang berbintang virgo, mereka berada dibawah naungan Spica alias Alpha Virginis. 


                                                  
   Libra
  Libra merupakan dewi keadilan. Zodiak Libra dilambangkan dengan seorang wanita yang sedang memegang sebuah timbangan emas.Libra adalah zodiak yang ke-7.
  Makna yang terkandung pada timbangan itu adalah: orang yang berada dibawah naungan zodiak libra siap bertindak sebagi burung merpati perdamaian.
   Konon, bagi yang memiliki zodiak ini, berada di bawah lindungan dewa yang tidak bisa terlihat oleh mata. Sepertinya, sama sulitnya untuk melihat keadilan itu sendiri.
  Kata Libra berasal dari bahasa Romawi kuno yang kerap dipakai sebagai ukuran berat. Sehingga, lambangnya cocok dengan timbangan.

   Scorpio
  Kalajengking berkaki delapan yang besar-besar dijadikan lambang zodiak ke-8 dalam urutan perbintangan. Bagi yang berzodiak kalajengking, ada di bawah naungan dewa Antares atau Alpha Scorpii.
  Menurut legenda yunani, kalajengking inilah yang menjepit kuda-kuda milik Matahari dan anaknya, Paeton. Kuda-kuda itu kalah dan melarikan diri. jadi, kekuatan kalajengking melebihi kekuatan seekor kuda. Itu pula sebabnya, bagi mereka yang berzodiak kalajengking atau scorpio, digambarkan sebagai orang yang kuat, cerdas, dan pantang menyerah.

   Sagitarius
 Sagitarius masuk dalam urutan zodiak ke-9. Sang pemanah yang digambarkan menjadi lambang zodiak itu, wujudnya berupa campuran antara manusia dengan kuda. Sosoknya digambarkan dari pinggang sampai kepala berupa manusia yang akan membidik panahnya. Sedangkan dari pinggang ke bawah berupa tubuh seekor kuda.
  Menurut kepercayaan Yunani, makhluk seperti itu ada yang baik dan ada pula yang jahat. Sisi baiknya, dia mau menolong makhluk lain. tapi jeleknya, dia suka menculik gadis-gadis calon pengantin dari calon suaminya. Zodiak Sagitarius berada dibawah naungan dewa sagitarius.

   Capricron
  Capricorn adalah zodiak ke-10 berwujud kambing jantan berjanggut. Kadang-kadang sang kambing digambarkan punya ekor. Kambing punya ekor ini ada ceritanya, lho.
  Dahulu, di yunani ada dewa bernama Pan. Suatu ketika, dia terpaksa terjun ke air untuk menghindari serangan monster Python. Saat melompat, dia mengubah dirinya menjadi hewan. Konon, bagian tubuhnya yang muncul dipermukaan air berubah menjadi kambing dan bagian yang berada di dalam air menjadi ikan.
  Itulah sebabnya, bagi yang berzodiak Capricron, bintang yang melindungi zodiak kalian tidak begitu terang. Hanya terlihat jelas dibulan Agustus.
   Aquarius
  Zodiak ke-11 ini hubungannya erat sekali dengan air. Bahkan, lambangnya pun melukiskan seorang manusia yang sedang menuangkan air (aqua) dari sungai.
  Ceritanya, pada masa itu banjir melanda dimana-mana. Jadi, untuk mengurangi banjir, air itu harus dituang dulu. Itu sebabnya, muncul manusia Aqua, yang jadi tempat berlindung buat kamu yang berbintang Aquarius.
   Pisces
  Zodiak ke-12 dan juga zodiak terakhir digambarkan sepasang ikan yang sedang berenang. Kedua ikan itu tidak berenang ke satu arah, tapi justru berlawanan arah. Satu melawan arus, satunya lagi mengikuti arus.
  Cerita ikan yang berlawanan arah itu berkaitan dengan Aphrodite si dewi cinta. Aphrodite bersama Eros, temannya, harus menyelamatkan Typhon, monster berbentuk campuran ular dan manusia dari serangan berbahaya. untuk menyelamatkan Typhon, Aphrodite dan Eros harus mengubah diri menjadi ikan. Typhon akhirnya selamat. Pisces itulah gambaran Aphrodite dan Eros.

Selasa, 11 Oktober 2011

PKL SMAN8 DPS

 PKL SMAN8 DENPASAR !!!!!!!!
Pertama-tama kita diajak ke PURA SILAYUKTI yg terletak di PadangBai .





 PURA SILAYUKTI

Mpu Kuturan tokoh spiritual Hindu di abad ke-11 Masehi adalah salah seorang tokoh yang berbuat dengan landasan niskama karma. Artinya, berbuat tanpa pamerih akan hasilnya. Hal ini dilakukan karena Mpu Kuturan sudah sangat yakin akan ajaran Hukum Karma. Setiap perbuatan baik sudah dapat dipastikan akan membuahkan hasil yang baik. Karena itu, Mpu Kuturan hanya berkonsentrasi pada berbuat baik dan benar untuk kepentingan umat manusia dalam artian yang seluas-luasnya.
Berbuat baik dan benar itu dilakukan karena keyakinan Mpu Kuturan sudah demikian disinari oleh api ilmu pengetahuan yang telah beliau capai. Mpu Kuturan tidak kawin karena beliau menempuh hidup Sukla Brahmacari. Jadinya semua umat manusia itu dianggap sebagai saudaranya. Inilah sesungguhnya perilaku seorang yang tepat disebut Pandita.
Pura Silayukti adalah Pura Pasraman Mpu Kuturan. Mpu Kuturan-lah salah satu tokoh spiritual Hindu di masa lampau yang sangat tepat diberikan gelar Pandita ahli yang juga disebut Brahmanasista dalam pustaka Manawa Dharmasastra. Mpu Kuturan yang nama prinadi beliau Mpu Rajakerta. Beliaulah yang pernah menjabat Senapati Kuturan di Bali pada abad ke-11 Masehi.
Mpu Rajakerta pada awalnya sebagai kesatria karena menjabat Senapati Kuturan. Setelah selesai menjabat Senapati Kuturan barulah beliau sebagai Bhagawanta Kerajaan Bali dengan gelar sebagai Mpu. Selanjutnya lebih populer dengan sebutan atau abhiseka nama Mpu Kuturan dengan asrama di Pura Silayukti.
Di Pasraman Pura Silayukti ada empat kompleks tempat pemujaan. Di bagian utara adalah pura sebagai tempat pemujaan Mpu Kuturan. Beliau dipuja di Meru Tumpang Tiga menghadap ke selatan. Meru Tumpang Tiga inilah sebagai pelinggih utama di kompleks Pura Pasraman Mpu Kuturan. Di barat agak ke utara dari Pura Pasraman Mpu Kuturan ini terdapat Pura Taman Beji sebagai tempat memohon tirtha sebagai sarana utama pada saat upacara di Pura Pasraman Silayukti.
Di kompleks bagian selatan dari Pura Pasraman Mpu Kuturan terdapat kompleks pura sebagai tempat pemujaan Mpu Bharadah. Di pura ini Mpu Bharadah dipuja di Meru Tumpang Tiga juga, cuma menghadapi ke barat. Sedangkan tempat meditasi Mpu Kuturan sebagai kompleks keempat terletak di bagian timur bukit Silayukti agak turun ke bawah menghadap ke timur di mana akan kelihatan laut yang membiru.
Kalau saat bulan purnama dengan berpadu pada pemandangan laut kita melakukan meditasi di tempat ini sungguh sangat menggetarkan spiritual kita. Karena keadaan alam ciptaan Tuhan itu demikian mempesona bagi mereka yang memiliki minat spiritual.
Mpu Kuturan adalah salah seorang dari lima orang suci yang berjasa menata kehidupan keagamaan Hindu di Bali. Lima orang suci yang bersaudara itu disebut Panca Pandita atau Panca Tirtha. Beliau itu adalah Mpu Gnijaya, Mpu Sumeru, Mpu Ghana, Mpu Kuturan dan Mpu Bharadah. Yang paling banyak berjasa menata kehidupan sosial religius Hindu di Bali adalah Mpu Kuturan. Hal ini dinyatakan dalam berbagai pustaka kuna yang ditulis dalam daun lontar.
Dalam Lontar Usana Dewa dinyatakan Mpu Kuturan-lah yang mengajarkan cara-cara mendirikan tempat pemujaan atau kahyangan seperti Kahyangan Jagat di Bali. Dalam Lontar Kusuma Dewa juga dinyatakan Mpu Kuturan yang mengajarkan tentang pendirian Pura Sad Kahyangan di Bali dengan landasan konsepsi Sad Winayaka.
Dalam lontar yang berjudul ''Mpu Kuturan'' juga dinyatakan Mpu Kuturan yang mengajarkan tentang pendirian Kahyangan Tiga di setiap desa pakraman di Bali. Penataan Pura Besakih lebih lanjut juga dilakukan oleh Mpu Kuturan. Karena jasa beliau itu Mpu Kuturan distanakan di Meru Tumpang Sembilan di Pura Peninjoan. Pura Peninjoan ini termasuk kompleks Pura Besakih.
Menurut Lontar Babad Bendesa Mas dan Lontar Kusuma Dewa, antara Pura Kentel Gumi, Pura Dasar di Gelgel dan Pura Goa Lawah yang mempunyai hubungan historis juga sama-sama didirikan oleh Mpu Kuturan. Karena jasa-jasa beliau itu di berapa Pura Kahyangan Jagat, Mpu Kuturan dimuliakan dalam Pelinggih Manjangan Saluwang. Demikian hampir di setiap pemujaan keluarga Hindu di Bali yang disebut Sanggah Gede atau Merajan Agung, Mpu Kuturan juga dimuliakan di Pelinggih Manjangan Saluwang.
Jadinya Mpu Kuturan sangat berjasa dalam menata kehidupan manusia dan alam Bali berdasarkan ajaran Hindu. Hal inilah menyebabkan Bali sampai mendapat julukan Pulau Dewata atau Pulau Seribu Pura. Kalau kita perhatikan Mpu Kuturan bukan milik suatu wangsa atau warga tertentu.
Yang patut kita renungkan lebih dalam tentang pendirian Kahyangan Tiga di setiap desa pakraman di Bali sebagai pemujaan Tuhan sebagai Dewa Tri Murti. Pemujaan Tuhan sebagai Tri Murti bukan untuk menyatukan adanya sekte-sekte Hindu yang bermusuhan. Para guru besar yang ahli ilmu purbakala di Bali yang pernah saya tanyakan menyatakan bahwa tidak ada catatan sejarah bahwa sekte-sekte Hindu di Bali pernah bermusuhan, apalagi berperang.
Tujuan Mpu Kuturan mengajarkan pemujaan Tuhan sebagai Dewa Tri Murti adalah untuk menguatkan umat dalam melakukan upaya Utpati, Stithi dan Pralina. Utpati artinya giat menciptakan sesuatu yang sepatutnya diciptakan. Stithi artinya dengan sungguh-sungguh memelihara dan melindungi sesuatu yang seyogianya dipelihara dan dilindungi.
Pralina maksudnya meniadakan sesuatu yang sepatutnya dihilangkan. Pralina bukan berarti merusak. Misalnya menghilangkan kebiasaan mabuk, apalagi saat merayakan hari raya keagamaan. Misalnya menghilangkan kebodohan dan kemiskinan dengan cara-cara yang baik, wajar dan benar. Itu juga tergolong kegiatan hidup yang termasuk pralima. Melakukan upaya Upati, Stithi dan Pralina tidaklah segampang teorinya. Melakukan hal itu perlu ada tuntutan Tuhan melalui pemujaan Dewa Tri Murti di Kahyangan Tiga.


Setelah dari PURA SILAYUKTI kita langsung ke TAMAN SUKASADA/TAMAN UJUNG KARANGASEM.





ME AND FRIENDS at TAMAN UJUNG
 TAMAN SUKASADA/TAMAN UJUNG
Taman Sukasada sekarang lebih terkenal dengan nama Taman Ujung Karangasem terletak di Dusun Ujung, Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem. Taman ini berjarak sekitar 5 km arah tenggara dari Kota Amlapura. Taman yang dibangun oleh Raja Karangasem: I Gusti Bagus Jelantik yang bergelar Anak Agung Agung Anglurah Ketut Karangasem dengan konsep sempurna ini merupakan kebanggaan warga Karangasem karena awalnya memiliki luas hampir 400 hektar, tetapi sekarang hanya sekitar 10 hektar karena tanah tersebut sebagian besar sudah dibagikan kepada masyarakat pada masa landreform. Kepemilikan Taman Ujung ini sekarang sudah diwariskan kepada ahli waris keluarga Puri Karangasem sehingga statusnya menjadi taman milik pribadi tetapi pengunjung umum diperkenankan mengunjungi taman yang tampak megah ini.
Taman Ujung yang merupakan salah satu masterpiece Bali dibangun pada tahun 1909 oleh prakarsa Raja Karangasem Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem dengan melibatkan arsitek Belanda yang bernama van Den Hentz dan seorang arsitektur Cina bernama Loto Ang. Pembangunan Taman Ujung juga banyak melibatkan arsitektur (undagi) tradisional serta mendapat petunjuk dari Mr. Wardodjojo seorang teknisi dari Dinas Pekerjaan Umum. Taman Ujung sebenarnya merupakan pengembangan Kolam Dirah yang telah dibangun lebih awal pada tahun 1901.
Pembangunan Taman Ujung selesai pada tahun 1921, namun pekerjaan pembangunan masih terus dilanjutkan. Tepatnya pada tahun 1937, Taman Sukasada (Taman Ujung) Karangasem diresmikan dengan sebuah ‘mahligya’ yang ditandai dengan sebuah prasasti batu marmer yang ditulis dengan huruf latin dan Bali dengan menggunakan dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan Bali. Prasasti tersebut ditempelkan pada salah satu dinding di Bale Warak.
Kedua prasasti tersebut menunjukkan bahwa pembangunan selesai pada tanggal 6 Agustus 1937. Hal yang menarik dari kompleks bangunan tersebut yaitu perpaduan tiga unsur budaya yaitu Bali, Belanda, dan Cina sehingga melahirkan kekhasan arsitekturnya. Arsitektur Bali terlihat jelas pada motif dekorasinya berupa cerita-cerita wayang serta motif patra lainnya, arsitektur Belanda terlihat pada bentuk bangunannya yang memiliki gaya indis, dan arsitektur Cina terlihat pada pembuatan gapura masuk, kolam segidelapan, dan Bale Bundar (gasebo).


Dan Tempat kunjungan kami yang terakhir DESA TENGANAN .







                  DESA TENGANAN
Desa Tengganan terletak di antara perbukitan, termasuk kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem kurang lebih 17 km dari kota Amlapura atau 65 km dari Denpasar terdiri atas 3 banjar yaitu banjar Kauh, banjar Kangin dan banjar Pande. Wilayah desa terdiri dari tiga bagian utama al; komplek pemukiman, perkebunan dan komplek persawahan merupakan salah satu dari sejumlah desa kuno di pulau Bali dimana pola kehidupan masyarakatnya merupakan satu contoh kebudayaan desa-desa Bali Aga (pra Hindu) yang berbeda dengan desa-desa lain di Bali dataran.
Keunikan yang dimiliki desa Tenganan sehingga menjadi salah satu obyek wisata yang harus dikunjungi al:
  1. Pola perkampungan yang seragam yang bersifat linear.
  2. Struktur masyarakat yang bilateral yang berorientasi pada kolektif dan senioritas.
  3. Sistem ritual khusus dlm frekuensi yang tinggi dengan menyungguhkan perpaduan agama, seni dan solidaritas social.
  4. Tradisi mekare-kare setiap bulan Juni yaitu tradisi perang pandan dalam kontek ritual, nilai religius, semangat perjuangan dan uji ketangguhan fisik yang diiringi oleh gambelan tradisional selonding.
  5. Seni kerajinan tenun ikat kain geringsing dengan design dan tata warna khas, serta memiliki bentuk, fungsi dan makna estetis yang tinggi. Kain ini dipakai pada waktu upacara dimana dipercaya dengan memakai kain ini akan terhindar dari penyakit. Kata Geringsing sendiri berasal dari bahasa Bali yaitu “gering” yang berarti penyakit keras dan “sing” berarti tidak.
Masyarakat dan kebudayaan Tenganan merupakan tempat yang kaya bagi kajian ilmu antropologi, arkeologi, hukum adat sejarah dan sastra degan penduduk kurang lebih 550 jiwa. Obyek wisata desa Tenganan terletak sangat berdekatan dengan kawasan wisata Candi Dasa yaitu berjarak 2 km.

Sabtu, 01 Oktober 2011

lirik lagu club Eighties - Dari Hati

Andai enkau tahu
Bila menjadi aku, sejuta rasa dihati
Lama tlah kupendam,
Tapi akan kucoba mengatakan

Chorus:
Ku ingin kau menjadi milikku
Entah bagaimana caranya
Lihatlah mataku untuk memintamu
Ku ingin jalani bersamamu
Coba dengan sepenuh hati
Ku ingin jujur apa adanya
Dari hati

Kini engkau tahu aku menginginkanmu
Tapi takkan kupaksakan
Dan kupastikan
Kau belahan hati
Bila milikku.. oooo