Tanah Lot
Bali merupakan pilihan tempat wisata yang banyak diminati para wisatawan dalam negeri maupun wisatawan mancanegara. Dengan orang-orang yang ramah, selalu menyambut kedatangan Anda.Seperti
yang kita tahu, Tanah Lot memang tempat wisata yang paling sering
dikunjungi di Bali. Dimana Tanah Lot merupakan Pura Sad Kayangan
yang terdapat di Kabupaten Tabanan, kira-kira dari Denpasar sekitar 45
Km. Pura ini sangat unik, karena dibangun diatas batu karang yang sangat
besar dan memiliki beragam keindahan, salah satu keindahannya adalah
Anda dapat melihat panorama matahari tenggelam (sunset), karena letaknya yang menjorok ke pantai. Tentunya sangat romantis bukan?
Tanah Lot merupakan pura laut yang dijadikan sebagai tempat untuk
pemujaan dewa-dewa penjaga laut. Di sini ada dua pura yang terletak di
di atas batu besar. Satu tertelak benar-benar di atas bongkahan batu dan
satunya terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu. Bahkan pada
hari yang cerah, Anda dapat melihat Pura Uluwatu dari
sini. Disebelah utara Pura Tanah Lot terdapat sebuah pura yang terletak
di atas tebing yang menjorok ke laut. Tebing ini menghubungkan pura
dengan daratan yang berbentuk seperti jembatan yang melengkung. Apabila
Anda turun ke pantai antara Pura Tanah Lot dengan tebing, maka pada
bulan tertentu Anda akan menyaksikan sunset terindah. Bola matahari yang
berwarna merah akan tepat berada di lubang tebing. Seperti mata yang
lelah memandang dunia. Sayangnya pemandangan ini hanya ada pada
bulan-bulan tertentu yaitu saat matahari tenggelam condong ke utara.
Jadi tidak setiap saat dapat Anda saksikan kendahan sunset yang sangat
luar biasa dari atas Tanah Lot. Anda juga dapat melihat seekor ular laut
yang dipercaya sebagai penjaga pura di Tanah Lot ini.
Pura Tanah Lot
Dibangun pada dua tempat yang berbeda. Satu terletak di atas
bongkahan batu besar, dan satunya lagi terletak di atas tebing yang
menjorok ke laut mirip dengan Pura Uluwatu.Tebing inilah yang menghubungkan pura dengan daratan dan bentuknya melengkung seperti jembatan.Pura Tanah Lot merupakan bagian dari Pura Kahyangan Jagat di Bali, sebagai tempat memuja dewa penjaga laut. Pura Tanah Lot akan kelihatan dikelilingi air laut pada saat air laut pasang. Di bawahnya terdapat goa kecil yang didalamnya ada beberapa ular laut, yang mempunyai ciri-ciri berekor pipih seperti ikan, berwarna hitam berbelang kuning.
Menurut cerita ular laut tersebut adalah jelmaan dari selendang perdiri pura, yaitu seorang Brahmana dari Jawa yang mengembara ke Bali. Beliau adalah Dang Yang Nirartha. Ular itu diutus sebagai ular penjaga pura ini.
Dari tempat parkir menuju pura Tanah Lot, banyak terdapat toko yang menjual berbagai barang kerajinan khas Bali. Misalnya patung, lukisan, kain pantai, pernak – pernik, dan aksesoris seperti di pasar seni Sukawati Bali. Selain itu terdapat pedagang makanan dan minuman dan penyewaan kamar kecil atau toilet. Harganya pun relatif murah untuk wisatawan domestik maupun mancanegara.
Legenda Pura Tanah Lot
Menurut legenda, pura ini dibangun oleh seorang brahmana yang mengembara dari Jawa. Ia adalah Danghyang Nirartha yang berhasil menguatkan kepercayaan penduduk Bali akan ajaran Hindu dan membangun Sad Kahyangan
tersebut pada abad ke-16. Pada saat itu penguasa Tanah Lot, Bendesa
Beraben, iri terhadap beliau karena para pengikutnya mulai
meninggalkannya dan mengikuti Danghyang Nirartha. Bendesa Beraben
menyuruh Danghyang Nirartha untuk meninggalkan Tanah Lot. Ia menyanggupi
dan sebelum meninggalkan Tanah Lot beliau dengan kekuatannya
memindahkan Bongkahan Batu ke tengah pantai (bukan ke tengah laut) dan
membangun pura di sana. Ia juga mengubah selendangnya menjadi ular
penjaga pura. Ular ini masih ada sampai sekarang dan secara ilmiah ular
ini termasuk jenis ular laut yang mempunyai ciri-ciri berekor pipih
seperti ikan, warna hitam berbelang kuning dan mempunyai racun 3 kali
lebih kuat dari ular cobra. Akhir dari legenda menyebutkan bahwa Bendesa
Beraben 'akhirnya' menjadi pengikut Danghyang Nirartha.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar